Princes Vanie's Blog TEHNIK BUDIDAYA JAHE (Zingiber officinale) TEKNIK LUBANG | PRINCES VANIE

Pages

Global Var

Search This Blog

Loading...

Thursday, May 17, 2012

TEHNIK BUDIDAYA JAHE (Zingiber officinale) TEKNIK LUBANG



1.       Latar belakang mengapa budi daya jahe.
Beberapa tahun terakhir harga jahe terus merangkak naik naik seiring perkembangannya jahe sudah bias di applikasikan atau dibuat minuman jahe ataupun kopi kahe. Nahkan sekarang pabrikpun sudah ada yang mengolah jahe menjadi minuman berbagai jenir yang menggunakan bahan dasar jahe sehingga harga jahe yang terus naik sampai tertinggi dengan harga Rp. 50.000 akhirnya menarik minat saya untu bertani jahe di sekitar pekarangan rumah.
Keunggulan tanam jahe dengan teknik lubang ini adalah kita tidak perlu memerlukan lahan yang luas untuk mendapatkan hasil yang berlimpah dibanding dengan teknik konfesional yang pernah ada. Rata-rata hasil panen setiap lubang bia mencapai 4 s/d 5 kwintal tergantung pada kondisi tanah dan perlakuan perawatan, dan tak kalah pentingnya adalah rasa optimitimis dan faktor rezeki kita, untuk itu kita harus terus meminta kepada sang halik agar kita diberi kesuksesan dalam berusaha menanam jahe ini.

Kunci keberhasilan dalam menanam jahe dan palawija lainnya adalah :
-        Harus mau capek (rajin) terutama dalam mengumpulkan berbagai bahan organik dan juga dalam usaha perawatan.
-        Memiliki ternak sebagai sumber kompos (sinur napinahan gabe ma naniula, horas jolma)
-        Kebersaaman dan dukungan dalam keluarga
-        Membuat analisa usaha tani
-        Tahan terhada berbagai cemoohan pihak manapun
-        Belajar dari pengalaman (lahan kita adalah sekolah bagi petani dan petani harus menjadi ahli dalam pertaniannya)
-        Tidak pelit dan mau membagi ilmu (pengalaman) yang dimiliki terhadap sesame petani
-        Mendoakan tanaman yang kita usahakan

Seiring dengan berbagai keberhasilan yang diperoleh dengan budidaya jahe ini beberapa masyarakat mulai melakukan system dan pola yang sama dan ini menjadi pola yang baik menuju perubahan karena jika menggantungkan hidup dari hanya padi saja maka petani akan semakin terjerat pada lilitan hutang kepada toke/rentenir untuk penyediaan pupuk kimia.
Berikut ini penuturan saya mengenai cara dan tehnik budidaya tanaman jahe yang sering saya kembangkan di lahan pekarangan rumah.
2.       Pengenalan Tanaman Jahe
Sampai sekarang belum dapat dipastikan dari mana asal tanaman jahe. Jenis tanaman jahe beragam tapi biasanya yang diusahan dan dibudidayakan oleh petani ada 2 jenis yaitu jahe yang rimpangnya kecil (pege) dan jahe yang rimpangnya lebih besar (jenis jahe gajah). Jahe dengan rimpang kecil biasanya digunakan untuk obat dan juga bumbu karena aromanya sangat keras. Tapi jika petani memiliki orientasi untuk produksi dan harga tinggi maka dianjurkan untuk menanam tanaman jenis jahe kecil (pege).
Jahe dicari dan diusahakan karena banyak manfaatnya. Rimpang jahe dapat digunakan sebagai penyedap makanan seperti bumbu dapur/bumbu masak, bahan industri minuman, parfum, makanan kecil dan obat-obatan. Secara tradisional jahe digunakan untuk obat beberapa jenis penyakit seperti kurang nafsu makan, kepala pusing, encok, batuk kering, masuk angin, bengkak-bengkak/gatal-gatal dan lain sebagainya. Jahe yang dipanen ketika masih berumur muda, dapat digunakan sebagai bahan baku makanan ringan, misalnya manisan, minuman dan berbagai jenis panganan lain karena tidak banyak seratnya.
Rimpang jahe mengandung 0,8 - 3,3% minyak atsiri dan ± 3 % oleoresin. Adapun zat-zat  yang terkandung di dalam rimpang jahe antara lain vitamin A, B1, C, lemak, protein, pati damar, asam organic, oleoresin (ginggerin) dan minyak terbang (Zingeron, zingeral, zingeberol, zingiberin, borneol, sineol dan feladren).
Jahe merupakan komoditi ekspor baik dalam bentuk jahe segar maupun jahe kering dan minyak jahe (ginger oil).
3.       Syarat Tumbuh Tanaman jahe
Tanaman jahe mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitar sehingga dapat ditanam pada musim apapun. Namun paling cocok di tanam pada awal musim hujan.
Untuk mengurangi resiko kegaglan akibat serangan hama dan penyakit hendaknya petani menanam jahe hanya satu kali pada areal yang sama, boleh saja berturut-turut dengan sayarat selama budidaya pertama tidak ada terinfeksi penyakit. Penanaman kembali pada bekas lahan jahe beresiko terserang penyakit dan juga zat yang dikeluarkan jahe (alelopati) yang ditanam sebelumnya dapat menghambat perteumbuhan tanaman jahe.
Tanaman jahe cocok dan sangat baik tumbuh pada tanah yang gembur dan subur (kandungan bahan organiknya banyak) dan tidak menyukai tanah pada lahan yang drainasenya buruk (air tergenang).
Kurang menguntungkan ditanam pada areal yang kandungan liatnya tinggi dan kandungan pasir yang kasar. Keasaman tanah normal ( pH 6 – 7). Pada umumnya jahe tumbuh pada ketinggian antara 350 m – 600 m dpl dengan curah hujan antara 2000 – 4000 mm/tahun, temperatur udara antara 25ºC – 35ºC, kelembaban sekitar 80 %, kemiringan lahan antara 30º - 45º dengan sistim irigasi yang memadai.
Petani juga sering menanam jahe pada lahan sawah yang telah digemburkan dengan memberikan pupuk dasar kompos. Tindakan yang dilakukan petani terhadap lahan yang terinfeksi jamur, bakteri atau penyakit adalah melakukan pergiliran tanaman dengan palawija, padi atau jagung. Dari pengalaman petani menanam jahe, tanaman jahe kurang cocok pada lahan bekas penanaman tomat, jenis tanaman kacang, karena lahan tersebut meninggalkan sumber penyakit yang merusak tanaman jahe, faktor seperti inilah yang menyebabkan petani menanam jahe dengan sistim lahan berpindah-pindah dan biasanya tanaman jahe sangat cocok ditanam pada lahan bukaan atau lahan baru.
4.       Persiapan Lubang Tanam
a.       Tanah Pekarangan (yang penting bantak mendapat sinar matahari)
-        Buat lubang Panjang 1.5 m dan lebar 1.5 m dengan kedalaman 1 m
b.       Persiapan media Dasar
1.      Campur bokashi, tanah dan pasir dengan perbandingan 2 : 2 : 1
2.      Siram permukaan campuran tanah dengan larutan Metrik O untuk sterilisasi dengan perbandingan 100 cc dicampr 15 liter air dengan di tambah gula pasir 1 genggaman tangan sampai merata usahakan jangan terlalu basah lalu peram minimal 3 hari
3.      Setelah 3 hari buka peraman tanah lagi terus siram dengan Metrik T dengan perbandingan 100 cc dicampr 15 liter air dengan di tambah gula pasir 1 genggaman tangan sampai merata usahakan jangan terlalu basah lalu peram minimal 3 hari lagi
4.      Setelah 3 hari tanah bisa digunakan kemudian langkah selanjutnya
5.      Masukan jerami kering kedalam lubang dengan ketinggian ± 20 cm
6.      Taburkan dedak di atas jerami secara merata sampai semua permukaan jerami penuh dengan dedak
7.      Siram permukaan jerami dengan larutan Metrik T dengan perbandingan 100 cc dicampur 15 liter air dengan di tambah gula pasir 1 genggaman tangan sampai merata
8.      Tutup dengan tanah yang sudah kita buat pada point 4
9.      Sambil menunggu bibit siap diamkan minimal 7 hari biar bakteri berkembang lebih banyak sehingga tanah menjadi semakin subur
c.       Pembuatan tanah urukan
1.      Siapkan bokashi, tanah dan pasir serta sekam
2.      Campur menjadi 1 semua bahan dengan perbandingan 2 : 2 : 1
D.      PENANAMAN
1.       Setelah media siap tanam bibit kedalam lubang, bagi menjadi 5 garis bibit (1 garis berisi 30 bibit jahe dan jarak antar garis ± 30 cm)
2.       Bibit diletakkan secara rebah di dalam tanam dengan kedalaman tanam disesuaikan dengan musim. Jika musim hujan 50 – 10 cm dan jika musim kemarau 10 – 15 cm.
3.       Bibit di tutupi tipis dengan tanah lalu diberikan penutup dengan daunan kering (jerami/daun bambu, lalang atau daunan lainnya)
E.      PERAWATAN
1.       Pengurukan
-        Setelah 3 minggu – 1 bulan setelah tanam dilakukan biasanya bibit jahe yang sudah kena perlakuan Metrik T pertumbuhannya sangat cepat.
-        Tandai induk pohon jahe pertama lakukan pemangkasan pupus ( tunas jahe induk) setelah daunnya sudah mencapai 10 daun, ini berlaku juga dengan semua anakannya sambil diuruk tanah setebal 20 cm.
-        Pengurukan dilakukan sampai kedalaman lubang sama dengan tanah disekitarnya dan pohon jahe tumbuh dengan ketinggian yang sama
2.       Pengendalian Gulma
-        Pengendalian gulma dilakukan dengan cara mekanis (mencabut dengan tangan) dimulai setelah tanaman berumur 2 – 4 minggu (melihat kondisi gulma) setelah tanaman berumur 4 – panen jika menggunakan cangkul hindarkan melukai tanaman terutama di sekitar perakaran karena dapat merusak rimpang jahe yang telah terbentuk.
-        Gulma yang telah dicabut dikumpulkan dan dilakukan pengomposan
-        Setelah tanaman berumur 6 – 7 bulan dihindarkan penyiangan diareal lahan untuk mengotimalkan atau menghindari terganggunya proses pembentukan rimpang jahe.
-        Tidak diperbolahkan pengendalian gulma dengan cara penggunaan herbisida
-        Mengurangi jumlah gulma dilakukan dengan penutupan tanah dengan mulsa organic (daunan kering)
3.       Pemupukan susulan
-        Pemupukan susulan juga diberikan dengan penyiraman/penyemprotan dengan menggunakan Metrik T dengan perbandingan 100 cc dicampur 15 liter air dengan di tambah gula pasir 1 genggaman tangan setiap 25 hari sekali.
4.       Pembuatan Bedeng dan parit saluran pembuangan air hujan
Di atas lubang jahe dibuat penutup dari plastik yang bisa di bongkar dan di pasang serta di sekeliling lubang dibuat saluran peresapan air biar air hujan tidak langsung masuk ke dalam lubang tanaman. Apalagi untuk tempat atau lokasi yang daya resap airnya kurang baik langlah ini wajib dilakukan
Perlakuan ini digunakan saat musim hujan lagi lebat-lebatnya berfungsi mengurangi kadar air hujan yang masuk kedalam lubang supaya terhindar dari kebusukan
G.      PENGENDALIAN HAMA DAN PENYAKIT
Jenis hama yang sering menyerang pada areal tanaman jahe adalah jenis kepik, ulat penggerek akar dan kumbang
1.       Jenis penyakit yang seriing menyerang tanaman jahe adalah :
-        Penyakit layu bakteri disebabkan bakteri Pseudomonas solanacearum
-        Penyakit busuk rimpang yang disebabkan jamur Fusarium oxysporium dan Rizoctonia Sp
-        Penyakit bercak daun yang disebabkan oleh jamur Phyllossticta zingiber
2.       Pencegahan dan Pengendalian Hama dan penyakit tanaman jahe.
-        Hindarkan penanaman jahe pada areal yang sama secara berturut.
-        Hindarkan pemakaian bibit dari areal yang telah terinfeksi penyakit (jamur dan bakteri) dan juga bibit yang telah luka.
-        Drainasi (system pemasukan dan pengeluaran air) harus baik dan areal penanaman jahe tidak bolah tergenang oleh air.
-        Penyemprotan dengan Metrik T dengan rutin. Setiap 20 hari sekali
-        Mencabut tanaman yang sudah terserang hama dan penyakit dan menjauhkannya dari areal pertanaman.
-        Ketika pengolahan lahan diusahakan ulat dan kumbang yang ada didalam tanah dikumpulkan (pengendalian secara mekanis)
H.      PANEN DAN PASKA PANEN
1.       Umumnya tanaman jahe dipanen pada umur yang cukup tua yaitu 9 – 10 bulan ditandai dengan rasa pedas dan aroma yang optimal dan ditandai dengan warna daun berubah kuning dan batang mengering.
2.       Cara panen dilakukan dengan menggunakan alat cangkul/garpu dan diusahakan rimpang jahe tidak terluka.
3.       Dibersihkan dari tanah yang menempel, jangan dibersihkan dengan air.
4.       Ditebarkan diatas lantai dan dihindari dari penjemuran dibawah sinar matahari
5.       Produksi sekitar 4 s/d 5 Kwintal/Lubang
6.       Siap untuk di jual

I.       ANALISA USAHA TANAMAN JAHEper Lubang
Sewa lahan/ lubang                                   :      Rp       50.000,-
Biaya Pembuatan Lubang ( 1 x 50.000)   :      Rp.      50.000
Bibit/lubang 150 bji @ Rp 1.500,-            :      Rp     300.000,-
Biaya pengangkutan bibit                         :      Rp       40.000,-
Kotoran hewan @ 5.000 x 15 sak            :      Rp       60.000,-
Pembelian Metrik T dan Metrik O         :      Rp.      400.000 ( digunakan sampai panen )
Total Biaya Produksi                              :      Rp       900.000,-
Perkiraan hasil / Lubang                            :      4 kwintal
Perkiraan harga jual / kg                            :      Rp       4.000.000,- (10.000,- x 4 kwintal)
Biaya total produksi                                  :      Rp         900.000,-
KEUNTUNGAN BERSIH                    :      Rp       3.100.000,-

Keuntungan sebesar itu dengan modal yang sekecil itu bisa kita bayangkan apabila kita membuat 10 lubang dalam waktu maksimal 9 s/d 10 bulan dan harga pasar sekarang Rp. 25.000. Mari kita hitung bersama-sama memakai harga pasar Rp. 10.000,-
1.       Estimasi hasil minimal 400 kg x 10 lubang             = 4.000 kg ( 4 Ton ) x Rp 10.000,-
= Rp 40.000.000.-
2.       Estimasi biaya produksi 900.000 x 10 lubang         = Rp. 9.000.000.-
3.       Jumlah total keuntungan bersih                               = Rp 40.000.000 - Rp. 9.000.000
= Rp. 31.000.000
BEP (Break Event Point = titik balik modal)
BEP    =     Total biaya produksi / perkiraan hasil
=     Rp 900.000,- / 400.- kg
=     Rp 2.250 / kg

Artinya petani bisa balik modal jika harga jual Rp 2.250 / kg
J.       TEHNIK PEMBUATAN BOKHASI YANG BAIK
Karena tanaman jahe merupakan tnaman berimpang maka syarat utama tanah harus mengandung banyak unsure hara dan tanah gembur. Kondisi ini bisa terjadi jika tanah banyak mengandung kompos atau humus dari pelapukan berbagai bahan organik yang ada di sekitar lahan.
Bokashi yang baik ditandai dengan Sudah matang ditandai dengan bokashi tidak panas dan bahan Organik sudah terurai dengan sempurna.
a.       Bahan-bahan dalam pembuatan bokashi :
-        Kotoran ternak kering     :      15 sak
-        Sekam (sobuon)               :      1 sak
-        Gula pasir                        :      secukupnya
b.       Cara pembuatan :
-        Campur Kotoran ternak kering dengan sekam secukupnya sampai merata
-        Siram dengan Metrik O dengan perbandingan 100 cc dicampur 15 liter air dengan di tambah gula pasir 1 genggaman tangan sampai merata, tutup rapat dengan plastik ( peram ) selama 3 hari
-        Kemudian dibuka dan disiram dengan larutan Metrik T dengan perbandingan 100 cc dicampur 15 liter air dengan di tambah gula pasir 1 genggaman tangan sampai merata lalu tutup dan peram selama 3 hari lagi.
-        Pada hari ke empat campuran sudah bisa digunakan

BAGI YANG BERMINAT MEMBUDIYAKAN JAHE ATAU MEMBUTUHKAN
METRIK T DAN METRIK O ATAU MEMBUTUHKAN JAHE ATAU BIBIT JAHE
DALAM JULAH BESAR BISA MENGHUBUNGI

A/n        :       SANDHI AIZH
Email    :       Vania.sandhi@gmail.com
Telp      :       +6285746488500

comment